Berikut ini Batas Pembayaran PPh Final UMKM

Berikut ini Batas Pembayaran PPh Final UMKM

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai Pelajari Tentang Pajak Penghasilan Final (PPh Final) dan pada kesempatan kali ini akan kita bahas tentang Batas Pembayaran PPh Final UMKM yang harus anda ketahui.

Pemerintah memang menanggung PPh Final UMKM selama 9 bulan hingga masa pajak Desember 2020. Namun, perlu diingat ketahui juga batas pembayaran PPh Final agar Anda tidak dikenakan sanksi denda ketika pengenaan pajak kembali normal.

Insentif yang diberikan pemerintah membuat Wajib Pajak (WP) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak perlu menanggung PPh Final dengan tarif 0,5% dari jumlah peredaran bruto.

Pengertian PPh Final
Sederhananya, PPh Final merupakan pajak yang dikenakan secara langsung ketika WP menerima penghasilan.

Kenapa ada PPh Final? PPh Final adalah penyederhanaan cara dalam menghitung pajak penghasilan. Umumnya, PPh dihitung dari penghasilan neto.

Untuk mendapatkan penghasilan netto, penghasilan bruto harus dikurangi biaya-biaya, namun tidak semua biaya boleh dikurangkan.

Karena untuk menghitung penghasilan netto lebih rumit maka beberapa jenis penghasilan menggunakan PPh Final.

Perlu diingat bahwa pelaporan SPT untuk PPh umum maupun PPh Final adalah sama saja.

Artinya walaupun PPh Final sudah dibayar atau dipotong pihak lain, kewajiban pelaporan SPT Tahunan tetap ada.

Tarif PPh Final adalah 0,5% dikenakan pada WP, biasanya UMKM yang memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • WP Orang Pribadi (OP) atau WP Badan yang tidak termasuk bentuk usaha tetap.
  • Menerima penghasilan dari usaha, tetapi tidak termasuk penghasilan dari jasa yang berhubungan dengan pekerjaan bebas, dengan peredaran bruto/omzet tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak.

Kelompok Penghasilan yang Dikenakan PPh Final
Ketentuan mengenai PPh Final telah tercantum pada Pasal 4 ayat (2) UU Pajak Penghasilan.

Di dalamnya menyatakan bahwa setidaknya ada lima kelompok penghasilan yang dikenakan PPh Final, yaitu:

  • Bunga deposito, tabungan, dan diskonto SBI. Termasuk juga bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota orang pribadi.
  • Penghasilan berupa hadiah undian. Yang dimaksud dengan hadiah undian adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apapun yang diberikan melalui cara undian. Wajib pajak penerima penghasilan tidak melakukan usaha yang bersifat persaingan.
  • Penjualan saham dan sekuritas lainnya. Termasuk juga transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa. Dan transaksi penjualan saham/pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima di perusahaan modal ventura.
  • Persewaan tanah dan/ atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan bangunan.
  • Penghasilan tertentu lainnya yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP).

Batas Pembayaran PPh Final
Dasar pembayaran PPh Final yang digunakan untuk menghitung adalah jumlah peredaran bruto/omzet setiap bulan dikalikan tarif PPh Final 0,5%.

Pajak penghasilan dari luar negeri yang dibayar di luar negeri dapat dikreditkan terhadap PPh terutang berdasarkan ketentuan UU Pajak Penghasilan dan peraturan pelaksanaannya.

Perlu diingat bahwa pembayaran PPh Final memiliki batas waktu.

Tanggal jatuh tempo pembayaran PPh Final adalah:

  • Untuk yang dipotong, batas pembayaran adalah tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. Contohnya adalah PPh Final masa Januari 2020, wajib disetor paling lambat tanggal 10 Februari 2020.
  • Batas pembayaran PPh Final yang setorannya dilakukan sendiri adalah tanggal 15 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. Contohnya, jika PPh Final masa Januari 2020, wajib disetor paling lambat 15 Februari 2020.

Pembayaran PPh Final dapat dilakukan di bank persepsi maupun di kantor pos dengan membuat kode billing melalui aplikasi e-Billing.

No Comments

Post a Comment

Open chat
Ada yang bisa dibantu?
Ada yang bisa dibantu?