Ketahui Jenis Pajak pada usaha Industri Kreatif

Ketahui Jenis Pajak pada usaha Industri Kreatif

Berbicara mengenai Industri Kreatif mungkin pada saat ini sedang ramai-ramainya dimana Industri Kreatif tersebut dipenuhi oleh anak-anak muda yang terjun kedunia ini, namun hal tersebut tentunya perlu diketahui bahwa Industri Kreatif juga mempunyai wajib pajak yang harus diurus dan tentunya dilaporkan, dan berikut ini jenis pajak yang harus anda ketahui di dunia usaha Industri Kreatif.

Mengutip dari Wikipedia, industri kreatif adalah kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Sedangkan menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, ini adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta.

Secara global, industri kreatif mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal yang sama pun terjadi di Indonesia. Tidak hanya menyumbang angka dalam pertumbuhan PDB, sektor ini pun menyumbang ekspor senilai USD 19,4 miliar atau sekitar 12,88% dari total ekspor Indonesia, serta memberikan lapangan kerja untuk 15,9 juta orang atau sekitar 13,9% dari total lapangan kerja di Indonesia pada tahun 2018.

Pertumbuhan sektor riil ini tidak dapat lepas dari perkembangan teknologi yang semakin canggih dari tahun ke tahun. Selain itu, bonus demografi Indonesia turut menunjang pertumbuhan ini. Data Bappenas tahun 2017 mengungkapkan kalau jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) diprediksi mencapai 64% dari total jumlah penduduk di Indonesia.

Jenis Sektor Ekonomi Kreatif di Indonesia
Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) mengemukakan ada 16 sub sektor ekonomi kreatif, di antaranya:

  • Aplikasi dan Pengembang Permainan
  • Arsitektur
  • Desain Interior
  • Desain Komunikasi Visual
  • Desain Produk
  • Fashion
  • Film, Animasi, dan Video
  • Fotografi
  • Kriya
  • Kuliner
  • Musik
  • Penerbitan
  • Periklanan
  • Seni Pertunjukan
  • Seni Rupa
  • Televisi dan Radio

Jenis Pajak yang Dikenakan ke Industri Kreatif
Industri kreatif tidak luput dari pengenaan pajak di Indonesia. Lalu, jenis pajak apa saja yang harus pemilik industri sektor ini bayarkan?

1. PPh Pasal 21
Para pelaku ekonomi kreatif yang memiliki tenaga kerja wajib membayarkan pajak penghasilan 21 ke pusat. Besaran tarif mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku, menyesuaikan dengan jenis karyawan yang bekerja dalam perusahaan.

2. PPh Pasal 22
Bagi pelaku ekonomi kreatif yang melakukan kegiatan berkaitan dengan ekspor dan impor, wajib membayar PPh pasal 22 ke pihak pemungut pajak penghasilan tersebut.

3. PPh Pasal 23
Pajak penghasilan pasal 23 merupakan pajak yang dikenakan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah dan penghargaan selain yang dipotong PPh 21. Pelaku ekonomi kreatif yang melakukan kegiatan berkaitan dengan objek PPh pasal 23 ini wajib membayarkannya sesuai tarif yang berlaku. Anda pun dapat melakukan setor dan lapor PPh pasal 23 di OnlinePajak.

4. PPh Pasal 25
PPh Pasal 25 merupakan pajak yang dibayarkan secara angsuran dengan tujuan untuk meringangkan beban wajib pajak. Tarif yang berlaku sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selengkapnya mengenai PPh pasal 25 dapat Anda baca di artikel “Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25)“.

5. PPh Pasal 26
Jika pelaku industri kreatif melibatkan wajib pajak luar negeri, harus memungut atau memotong pajak penghasilan pasal 26. Tarif untuk pajak penghasilan ini harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi lebih lanjut dapat Anda lihat di artikel berikut ini.

6. PPh Badan
Sebagai badan usaha, pelaku industri kreatif wajib membayarkan PPh Badan setiap tahunnya. PPh Badan ini dikenakan atas penghasilan kena pajak yang diperoleh selama tahun pajak berjalan tanpa pengecualian, baik itu usaha skala UMKM maupun besar. Tarif PPh Badan adalah 25%. Anda dapat melihat contoh penghitungannya di artikel “PPh Badan: Kupas Tuntas Cara Hitung Pajak Penghasilan Badan“

7. PPh Final
Selain PPh Badan, pelaku ekonomi kreatif yang memiliki omzet usaha kurang dari Rp4,8 miliar dalam setahun, dapat memilih untuk memanfaatkan PPh Final. Artinya, penghasilan yang diterima atau diperoleh akan dikenakan PPh dengan tarif tertentu, dan dasar pengenaan pajak tertentu pada saat penghasilan tersebut diterima. Tarif yang berlaku untuk PPh Final saat ini adalah 0,5%.

8. PPN
Jika pelaku ekonomi kreatif memiliki jumlah penjualan barang/jasa lebih dari Rp4,8 miliar, wajib memungut PPN sebesar 10% atas penjualannya. Pungutan atau pemotongan tersebut harus dilaporkan setiap akhir masa pajak melalui SPT Masa PPN.

9. Pajak Daerah
Pelaku ekonomi kreatif turut wajib membayar pajak daerah tempatnya berusaha. Adapun besaran tarif akan berbeda, tergantung pada peraturan daerah yang berlaku. Apa saja jenis pajak daerah? Anda dapat melihat informasi selengkapnya di artikel “Pajak Daerah: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Tarifnya“.

Kebijakan Pajak untuk Ekonomi Kreatif
Diyakini sebagai tonggak perekonomian nasional, pengamat dan pelaku industri kreatif menuturkan kalau pertumbuhan usaha masih terkendala dari berbagai arah, salah satunya adalah perpajakan. Tarif pajak yang terasa begitu besar, terutama pajak daerah yang tidak sama rata, menjadi salah satu penghambat perkembangan bisnis.

Permintaan pelonggaran pajak untuk ekonomi kreatif ini kemudian tertuang dalam UU RI Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. Pada pasal 18 dan 19 disebutkan bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat membentuk Badan Layanan Umum untuk mengembangkan ekonomi kreatif, serta mendorong tersedianya infrastruktur yang memadai. Lalu pada pasal 22, Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan insentif pada pelaku ekonomi kreatif berupa fiskal dan/atau non fiskal.

Apabila ingin mengetahui dan mengerti informasi tersebut diatas, maka dapat menghubungi FISCO Tax Consultant baik untuk konsultasi maupun membutuhkan jasa konsultan pajak maka kami siap melayani anda dan merespon masalah anda dengan cepat dan akurat. Terimakasih.

Fisco Tax Consultant
Jalan Cianjur No 7 Menteng Jakarta Pusat
Mobile : 021-3911122/3906030/3911166
WA : 0813-8560-0726 (fast respon)
Hp : 0817-0376-4471
Email : info@fisco.id

No Comments

Post a Comment

Open chat
Ada yang bisa dibantu?
Ada yang bisa dibantu?