Mengenal Perbedaan Pajak, Restibusi dan Sumbangan

Mengenal Perbedaan Pajak, Restibusi dan Sumbangan

Fisco.id – Artikel kali ini kita akan membahas mengenai Perbedaan Pajak, Restibusi dan Sumbangan, hal ini tentunya merupakan hal penting, karena perlu anda ketahui antara perbedaan agar tidak ditemukan keliru dimasa yang akan datang.

Karena selain pajak, terdapat kewajiban lain seorang warga negara, yakni retribusi dan sumbangan. Pada dasarnya ketiga hal ini sama-sama bentuk pungutan yang dapat dipaksakan dan digunakan dengan tujuan kesejahteraan berdasarkan peraturan yang berlaku.

Pengertian Pajak

Pajak merupakan iuran yang harus Anda setorkan ke negara dan sifatnya wajib. Jika iuran tersebut tidak disetorkan, maka Anda akan dikenakan sanksi atas ketidaktaatan penyetoran pajak. Siapa saja yang membayar pajak? Kontribusi wajib kepada negara ini harus dibayarkan oleh wajib pajak baik perorangan maupun badan. Pajak yang disetorkan oleh wajib pajak nantinya akan digunakan oleh negara untuk kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Pajak juga dibagi menjadi 2 yakni Pajak Pusat dan Pajak Daerah, berikuti ini penjelasannya.

Pajak Pusat

Pajak Pusat dipungut oleh pemerintah pusat. Jadi, sebagian besar Pajak Pusat dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan. Segala bentuk administrasi yang berkaitan dengan pajak pusat, wajib pajak akan diarahkan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, dan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, antara lain seperti :

  • Pajak Penghasilan (PPh).
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).
  • Bea Meterai.

Pajak Daerah

ajak Daerah diatur oleh pemerintah dari daerah yang mencakup provinsi dan kabupaten/kota. Untuk mengurus Pajak Daerah, Anda akan diarahkan ke Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau kantor lainnya yang dinaungi oleh pemerintah daerah setempat, antara lain seperti.

Pajak Provinsi:

  • Pajak Kendaraan Bermotor.
  • Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.
  • Pajak BBM (Bahan Bakar Kendaraan Bermotor).
  • Pajak Air Permukaan.
  • Pajak Rokok.

Pajak Kabupaten/Kota:

  • Pajak Hotel.
  • Pajak Restoran.
  • Pajak Reklame.
  • Pajak Hiburan.
  • Pajak Parkir.
  • Pajak Air Tanah.
  • Pajak Mineral Bukan Logam atau Bebatuan.
  • Pajak Penerangan Jalan.
  • Pajak Sarang Burung Walet.
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan.
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.

Pengertian Restibusi

Contoh sederhana dari retribusi adalah iuran sampah atau bayar parkir. Sama dengan pajak yang diatur dalam undang-undang, retribusi diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Retribusi.

Berdasarkan peraturan tersebut, retribusi adalah pungutan atas jasa maupun izin yang diberikan pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi maupun badan. Pengelola retribusi ini adalah Dinas Pendapatan Daerah. Untuk retribusi sendiri, Anda akan mendapatkan timbal balik secara langsung atas pungutan atau kewajiban yang sudah kamu tuntaskan.

Retribusi sendiri terbagi menjadi 3, yakni:

  • Retribusi jasa umum.
  • Retribusi jasa usaha.
  • Retribusi Perizinan.

Retribusi jasa umum merupakan retribusi pelayanan kesehatan sampai pelayanan pendidikan. Sedangkan, retribusi jasa usaha seperti tempat parkir hingga tempat-tempat perdagangan. Selanjutnya, retribusi perizinan berkaitan dengan kepentingan perizinan, misalnya pendirian pembangunan.

Pengertian Sumbangan

Berbeda dengan dua istilah sebelumnya, sumbangan sifatnya tidak wajib atau tidak memaksa. Penerima sumbangan juga lebih beragam, bisa juga pemerintah, tapi bisa juga dari yayasan, lembaga kemanusiaan dan semacamnya.

Contoh sederhananya, sebuah lembaga pendidikan berencana meningkatkanmutu layanan pendidikan sekolah dengan melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana ini diselenggarakan melalui cara sumbangan, bukan pungutan. Artinya, sifatnya tidak memaksa atau sukarela.

Nah, dari sini, Anda mungkin sudah mendapatkan kesimpulan dari perbedaan pajak, retribusi, dan sumbangan, bukan? Jadi, perbedaannya ada pada manfaat, fungsi, serta dasar hukumnya.


Apabila ingin mengetahui dan mengerti informasi tersebut diatas, maka dapat menghubungi FISCO Tax Consultant baik untuk konsultasi maupun membutuhkan jasa konsultan pajak maka kami siap melayani anda dan merespon masalah anda dengan cepat dan akurat. Terimakasih.

Fisco Tax Consultant
Jalan Cianjur No 7 Menteng Jakarta Pusat
Mobile : 021-3911122/3906030/3911166
WA : 0813-8560-0726 (fast respon)
Hp : 0817-0376-4471
Email : info@fisco.id

No Comments

Post a Comment

Open chat
Ada yang bisa dibantu?
Ada yang bisa dibantu?